Rabu, 25 Juli 2012

“Danjiki” – Istilah Puasa bagi Orang Jepang


Sudah 4 hari berlalu sejak mulai puasa di Indonesia. Walau saya sendiri bukan orang muslim, tetapi karena ada teman-teman yang beragama Islam, setiap tahun saya cukup memperhatikan datangnya bulan Ramadhan. Saat memasuki bulan suci ini, masyarakat biasanya saling mengucapkan ucapan selamat khusus untuk bulan puasa seperti “selamat berpuasa”.

Mungkin karena itulah, selama beberapa hari ini ada beberapa teman Indonesia yang bertanya kepada saya: “‘selamat berpuasa’ itu bahasa Jepangnya apa?”. Sejujurnya, pertanyaan tersebut agak sulit untuk dijawab. Memang kalimat “selamat berpuasa” sendiri terdiri dari kata-kata yang sangat sederhana, maka secara harfiah mudah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang: “Danjiki Omedetou (“Danjiki”=puasa, “Omedetou”=selamat)”. Namun, bagi kebanyakan orang Jepang terjemahan harfiah ini mungkin terasa agak aneh, meskipun tidak ada masalah apa pun dari segi tata bahasa.


Mengapa? Alasannya ada di pengertian orang Jepang terhadap istilah “Danjiki (puasa)”. Di Jepang yang mayoritas penduduknya tidak beragama Islam, puasa tidak diselenggarakan sebagai ibadah nasional (mungkin hanya di antara kelompok yang sangat, sangat, sangat terbatas saja). Selain itu, sangat jarang ada kesempatan untuk “menyentuh” kebudayaan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ini berarti masih belum banyak orang Jepang yang mengerti dengan baik sebenarnya apa itu puasa sebagai kewajiban umat Islam (termasuk saya sendiri)*.

*Misalnya, kadang-kadang ada juga orang Jepang yang berpikir bahwa umat Islam tidak makan dan minum SEPANJANG HARI saat berpuasa (serius!).

Menurut seorang teman muslim dari Indonesia, puasa adalah kegiatan ibadah yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Alasannya secara singkat sebagai berikut: 1. Kewajiban umat Islam. 2. Dapat memupuk rasa solidaritas sesama umat Islam. 3. Jumlah libur yang bertambah. 4. Banyak makanan yang enak yang dihidangkan saat berbuka puasa. Memang tidak makan dan minum itu bagi orang muslim sekalipun sepertinya kegiatan yang cukup susah dijalankan, namun terlepas dari hal tersebut, ada banyak hal yang sangat menyenangkan di saat bulan Ramadhan.

Lalu, bagaimana dengan istilah “Danjiki (puasa)” bagi orang Jepang? Sebenarnya, bagi kebanyakan orang Jepang, “Danjiki” itu tidak lain dari semacam “tirakat”. Diantaranya, ketika mendengar kata “Danjiki”, ada yang langsung teringat pada seorang biksu yang sedang melakukan tapa untuk mencapai nirwana (atau pendeta Shinto yang bertapa). Istilah “Danjiki” sama sekali tidak terasa nuansa “menyenangkan” atau “ditunggu-tunggu".

Nah disini kita kembali ke soal terjemahan “selamat berpuasa” ke dalam bahasa Jepang. Terjemahan harfiah dari kalimat tersebut, seperti yang ditulis di atas, adalah “Danjiki Omedetou”. Namun ketika mendengar kalimat ini, orang Jepang mungkin berpikir: “Mengapa harus mengucapkan selamat untuk kegiatan yang begitu menyusahkan dan membebani seperti ‘Danjiki (puasa)’?” Oleh karena itu, dari segi terjemahan, kalimat tersebut memang “benar", tetapi sekaligus juga “salah”, setidaknya “aneh” bagi orang Jepang.

Menurut saya, tidak masalah kalau mengucapkan “Danjiki Omedetou” kepada sesama teman-teman orang Indonesia yang bisa berbahasa Jepang. Namun, kalau menggunakan kalimat tersebut kepada orang Jepang, sebaiknya menjelaskan terlebih dahulu apa itu puasa bagi umat Islam agar mereka tidak bingung. Mungkin dari situ terjadi komunikasi baru juga. Untuk teman-teman muslim, selamat menunaikan ibadah puasa dan “Danjiki Omedetou”.

Nb: Isi artikel kali ini memang hanya sekadar pendapat pribadi saya saja. Kalau ada kesempatan, silakan bertanya tentang "puasa" kepada orang Jepang lain, teman-teman:D

Artikel Terkait:
Sekali Lagi tentang Terjemahan “Selamat Berpuasa” ke dalam Bahasa Jepang
Mal di Jepang pun Ada Ruang Shalat!

18 komentar:

  1. Waaaaaaaa... Makasih! bagus sekali post nya, om Taka.
    Lanjut terus tentang Jepang dalam bahasa Indonesia ya!
    Btw jujur, tata bahasa Indonesianya om Taka keren. Lebih keren dari bahasa saya. hahahahahah
    Lanjutkan om~ :p

    BalasHapus
  2. uwaaa, Taka jago banget ya bahasa indonesianya! hebat!
    bagi muslim di Indonesia, bulan Ramadhan memang sangat spesial :D
    oh iya, mungkin Taka mau tahu, puasa juga baik untuk kesehatan lho karena memberikan kesempatan bagi organ pencernaan untuk beristirahat supaya gak kelelahan. hehehe
    kalo gak salah, Iwan Fals mengisi salah satu acara di Trans TV pada hari Jumat besok
    hehehe
    terus buat artikel kayak begini Taka! bagus sekali! :)

    BalasHapus
  3. Akhirnya ada penjelasan dr org jpgnya langsung, asek asek...makashi Taka ;)
    Taka, adakah org muslim di sekitar rmh Taka yg puasa?... Klo ada sampaikan salam untuk mereka ya ;)

    BalasHapus
  4. Hai Paksi, makasih ya udah mampir! Doakan aku ya supaya aku bisa menulis artikel yang lebih menarik lagi:D

    BalasHapus
  5. Halo Debbi! Iya mantap sekali lagu-lagu Bang Iwan di "Tabligh Akbar" kemarin:D Karena ada info dari Debbi, saya bisa nonton acara TV tersebut, terima kasih banyak! O ya sebenarnya saya juga pernah ikut puasa saat berada di Indonesia (walau hanya 2 minggu saja...). Saat itu berkat puasa, saya bisa berhasil berdiet, asyik sekali hehehehe:p

    BalasHapus
  6. Halo Willa, makasih ya komentarnya^^ Iya saya ada seoernga teman Indonesia yang sendang belajar di Jepang. Salam dari Willa itu akan saya sampaikan kepadanya:D

    BalasHapus
  7. Taka, kalo di Jepang puasa sahur dan bukanya kira2 jam berapa ya??
    hehehe
    oya apa di Jepang waktu puasa mengikuti musim ya?
    saya pernah baca disebuah majalah kalo di Inggris saat musim panas waktu puasa nya bisa sampai 18 jam (03.00 - 21.00).
    dan saat musim dingin (di negara apa saya lupa :D) waktu puasa hanya 8 jam saja (08.00 - 16.00).
    apa di Jepang juga seperti itu ya??
    ngomong2 artikelnya bagus sekali taka :))

    BalasHapus
  8. Halo Lita, wah gimana ya... maaf saya bukan orang muslim, jadi kurang tahu jadwal puasa di Jepang. Tapi, sekarang di sini matahari terbit sekitar jam 4.30~5.00 dan terbenam sekitar 18.30~19.00. Semoga dapat membantu:D

    BalasHapus
  9. waah begitu ya..
    maaf buat taka bingung
    terimakasih sebelumnya :)

    BalasHapus
  10. Taka, terima kasih untuk artikel puasanya..
    Di awal bulan puasa kemarin, sempat jadi topik di salahsatu forum belajar bhs Jepang, "apakah bahasa Jepangnya 'selamat berpuasa'?"
    Penjelasan admin forum itu terasa 'tanggung' karena berhenti di "danjiki omedetou". Setelah baca artikel ini, ternyata di Jepang memang tidak ada budaya puasa sebagai kewajiban agama, kalaupun ada, itu bentuk dari tirakat.
    Btw, bagaimana musim panas disana? Ada rencana ke natsu matsuri? Kalau ya, ditunggu artikelnya ya (>̯┌┐<)

    BalasHapus
  11. Halo Iski, terima kasih atas komentarnya^^ Wah saya senang sekali kalau dapat menbantu. Mengenai terjamahan "selamat berpuasa", saya menulis artikel baru. Kalau ada waktu, silakan baca artikel tersebut: http://pokonyasyik2.blog.fc2.com/blog-entry-37.html
    O ya saat ini udaranya masih sejuk (kadang-kadang sedikit dingin) di tempat saya soalnya prefektur paling utara Jepang. Iya kalau ada kesempatan ke natsu matsuri, saya akan menulis artikel ttg itu:D

    BalasHapus
  12. waah artikelnya bagus sekali! :D
    sekarang aku sudah mengerti tentang ucapan "selamat berpuasa" dalam bahasa jepang... tapi bagaimana dengan selamat berbuka puasa? mohon bantuannya :D

    BalasHapus
  13. Halo Yani, terima kasih atas komentarnya^^ Walau ini hanya sekadar pendapat pribadi saya saja dan sepertinya masih ada beberapa hal yang harus dibahas, tetapi saya sangat senang kalau artikel kali ini dapat membantu Yani. O ya "selamat berbuka puasa" itu bahasa Jepang nya "Danjiki Ake Omedetou (gozaimasu)":D

    BalasHapus
  14. wah, artikel yang bagus, ne .. :D
    bulan puasa atau ramadhan adalah bulan yg sangat ditunggu2 oleh orang2 yang beragama islam.
    Lengkapnya disini =>
    http://ridwanaz.com/islami/tujuh-hikmah-bulan-ramadhan-bagi-umat-muslim
    hah~ g terasa ya.. sebentar lagi mau lebaran nih, kurang lebih dari seminggu lagi.. :D haha
    kalau Taka ke Indonesia, nanti saya siapkan oleh2 untuk Taka, ne..
    Yosh,
    Ogenki de!

    BalasHapus
  15. sama-sama ^^
    oke terima kasih, Taka-san! :)

    BalasHapus
  16. Sekihei,
    Terima kasih atas komentar dan referensinya^^ Semoga puasanya berjalan dengan lancar dan doakan saya ya supaya saya bisa ke Indonesia lagi (soalnya saya pengen dapat oleh2 itu hehehehe:p).

    BalasHapus
  17. maaf, apa arti kata saikai (斎戒 ) ?
    apakah artinya puasa juga?

    BalasHapus
  18. Mario,
    "Saikai" itu istilah Shinto, artinya mirip dengan "puasa":D

    BalasHapus

Pengikut