Senin, 12 Maret 2012

Harapan Tak Boleh Mati - Setahun Setelah Gempa dan Tsunami di Jepang



Doa sedih, lagu sedih, puisi sedih
Menghiasi televisi, koran, dan hari-hari kami
Warnanya biru lebam, kehitam-hitaman 
Baunya busuk merogoh sukma siapa saja

Sepenggal lirik lagu milik Iwan Fals di atas mungkin belum banyak yang mengenalnya. Lagu berjudul “Harapan Tak Boleh Mati” ini dibuat, ketika bencana tsunami meluluhlantakkan Aceh, 26 Desember 2004 silam. Iwan Fals yang saat itu turut merasakan kepedihan akibat bencana alam di Aceh, menceritakannya dalam petikan lirik lagu sebagai berikut:

Balok-balok kayu berceceran di jalanan
Sehabis menghantam siapapun
Ribuan bayi, anak-anak, dan orang dewasa mati 
Dan menjadi pengungsi di kota mati

Tujuh tahun setelah terjadi tragedi di Aceh, bencana gempa dan tsunami tiba-tiba menghantam Negeri Matahari Terbit. Bencana alam terbesar setelah Perang Dunia II di Jepang, yang juga disebut sebagai Gempa Bumi Besar Jepang Timur, ini menewaskan 15.854 orang dan 3.155 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Dan sampai pada saat ini, 343.935 orang yang mengungsi dari tempat kelahirannya terpaksa hidup serba kekurangan.


Pada 11 Maret 2012, yang merupakan hari peringatan setahun Gempa Bumi Besar Jepang Timur, berbagai media massa di Jepang – bahkan barangkali di seluruh dunia – mengangkat tema tentang gempa dan tsunami di Jepang tersebut. Diantaranya, ada satu foto yang sangat mengesankan di sebuah artikel dari surat kabar Jepang (foto di atas). Foto berjudul “Doa Solidaritas” itu menggambarkan seorang perempuan dari Banda Aceh yang sedang menulis pesan untuk para korban bencana di Jepang.

Aceh yang pernah terkena musibah tsunami, kini berdoa untuk Jepang. Meskipun tak bisa disampaikan secara langsung, doa solidaritas dari Aceh tersebut pasti dapat memberikan semangat untuk warga Jepang melalui berita koran atau TV. Selain Aceh, seluruh Indonesia, bahkan seluruh dunia pun, telah banyak memberikan doa dan dukungan kepada Jepang selama ini. Upaya pemulihan pasca bencana di Jepang dilakukan dengan dukungan-dukungan tersebut.


Butuh waktu tahunan untuk menghidupi
Tapi ini semua kenyataan yang harus kita hadapi
Harapan tak boleh mati 
Walau masjid dipenuhi sampah dan orang mati 

Memang masih bertumpuk-tumpuk masalah yang sangat sulit untuk dipecahkan dalam upaya rekonstruksi dan rehabilitasi di daerah bencana. Namun, harapan tak boleh mati walau dalam situasi apapun juga sebagaimana yang dinyanyikan oleh Iwan Fals. Saya doakan semoga keadaan segera pulih kembali.
Oh negeriku sayang bangkit kembali
Jangan berkecil hati bangkit kembali
Kau yang ditinggalkan tabahlah sayang
Ini rahmat dari Tuhan kita juga pasti pulang 

Harapan Tak Boleh Mati

6 komentar:

  1. hari ultah ku 11 maret. sedih sekali disaat umurku bertambah ada yg bencana besar ini..

    BalasHapus
  2. Lita,
    Iya sedih sekali, tapi harapan tak boleh mati seperti yang dinyanyikan oleh Bang Iwan Fals. Saya berdoa Jepang akan bangkit kembali...

    BalasHapus
  3. Taka, saya kebetulan nanti akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan rekonstruksi dan revitalisasi di prefektur Iwate. Harapan tak boleh mati!

    BalasHapus
  4. Terima kasih banyak atas doanya, Mira. Sepertinya masih ada banyak warga di sana yang menderita dampak gempa dan tsunami. Semoga kegiatannya akan berjalan dengan lancar.

    BalasHapus
  5. semoga kita semua selalu dilindungi

    BalasHapus
  6. kerenn, kapan-kapan bisa nonton konser iwan fals bareng, nyanyi bareng hihihi

    BalasHapus

Pengikut