![]() |
(http://www.batan.go.id/pdin/index.php?article=30) |
[*] Komentar Iwan Fals ini diterjemahkan dari sebuah artikel di majalah musik Jepang.
Konser Pertama di Tokyo – Pesan dari Iwan Fals
Pada 8 April 1995, Iwan Fals melakukan konser tunggal di sebuah klub musik di Tokyo, ibu kota Jepang. Bagi Iwan, yang pada tahun 1994, mengikuti sebuah acara musik internasional di Yamagata sebagai tamu kejutan, konser ini adalah pertunjukannya yang kedua di Jepang, sekaligus konser resmi pertama di Tokyo.
Dalam konser tersebut, Iwan Fals membawakan 6 lagu yang kebanyakan dirilis pada tahun 1980-an, dengan gitar akustik dan harmonika. Menurut berita saat itu, sambutan penontonnya “terbilang lumayan”. Selain orang Indonesia, para penggemar dari Jepang juga datang untuk menyaksikan Iwan Fals. Berikut daftar lagu yang dibawakan oleh Iwan Fals pada konser tersebut:
1. Hijau, 2. Tak Biru Lagi Lautku, 3. Berandal Malam Dibangku Terminal, 4. Proyek 13, 5. Ada Lagi Yang Mati, 6. Lonteku.
Jika melihat daftar lagu di atas, tampak bahwa lagu-lagu yang dipilih tidak begitu dikenal secara luas, tetapi memiliki pesan-pesan yang kuat, terkait dengan isu-isu lingkungan, pembangunan, realitas kehidupan manusia, dll. Kabarnya, di atas panggung, Iwan Fals jarang buka mulut kecuali saat bernyanyi. Mungkin dia mencoba untuk menyampaikan isi hatinya kepada penonton di Jepang melalui lagu-lagu tersebut.
"Orang Jepang juga manusia, yang bisa mendengar musik lewat hati. Saya pikir, lagu-lagu saya cocok didengar tidak hanya lewat telinga, melainkan juga dengan hati”, kata Iwan.
Lagu yang cocok didengar dengan hati. Dalam konser pertama di Tokyo, lagu yang dipilih sebagai salah satu pesan dari Iwan Fals adalah “Proyek 13”.
Bersambung ke “Makna dan Maksud Lagu Proyek 13”