Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Januari 2013

Rumor Jepang di Twitter (3) – Kontes Kentut Diadakan di Jepang Kuno…!?

Menurut teman-teman, apakah benar twit di bawah ini?


"Di Jepang kuno, ada kontes publik diadakan untuk mendengar siapa yang bisa kentut paling keras dan paling lama, itulah juaranya."
 Terus terang, saya merasa bingung saat ditanya mengenai twit di atas. Karena twit semacam itu biasanya tidak disertai rujukan apa pun, maka kita tidak bisa, setidaknya agak sulit untuk memastikan validitasnya. Namun saat mencari-cari sumbernya, saya menemukan beberapa informasi yang terkait dengan twit di atas. Dalam artikel kali ini, saya akan membahas tentang kontes kentut di Jepang berdasarkan informasi tersebut.

Kamis, 15 November 2012

Sebuah Misteri: Angka Bunuh Diri di Indonesia

Kata orang, kebenaran selalu hanya ada satu. Namun pada kenyataannya, dunia ini penuh dengan misteri. Salah satu misteri yang barangkali membuat kita bertanya-tanya adalah angka bunuh diri di Indonesia.

Angka Bunuh Diri dan WHO

Ketika masalah bunuh diri di dunia dibahas, salah satu data yang paling sering diangkat adalah dari penelitian yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Misalnya, menurut laporan WHO, kasus bunuh diri di Jepang mencapai 24,4 per 100.000 orang pada tahun 2009. Angka semacam ini sering kali kita temukan di berbagai media massa. Lalu, bagaimana dengan di Indonesia?

Rabu, 24 Oktober 2012

"Kouyou" - Menikmati Musim Gugur di Jepang


Sekarang di Jepang sedang dalam masa peralihan dari musim gugur ke musim dingin. Pada saat seperti ini, orang Jepang suka pergi berjalan-jalan untuk melihat pemandangan alam, yang bisasa disebut dengan “Kouyou”. Kouyou berarti “dedaunan yang berubah warna menjadi merah, kuning atau jingga pada musim gugur, atau fenomena alam seperti itu”. Melihat Kouyou adalah salah satu acara untuk menikmati musim gugur di Jepang.

Senin, 01 Oktober 2012

Apakah Benar Rumor-rumor mengenai Jepang di Twitter?



“Taka, twit ini benar?” Sejak bergabung di twitter, sudah lumayan banyak teman yang bertanya pada saya tentang rumor-rumor mengenai Jepang di twitter. Di antara twit-twit tersebut ada yang benar, ada yang tidak, dan ada juga yang membuat saya pusing (karena apa? Untuk alasannya, silakan baca artikel-artikel selanjutnya ya, teman-teman!). Bagaimanapun juga, ternyata banyak rumor mengenai Jepang berkembang di Twitter, dan twit-twit tersebut relatif sering di-Retweet.

Namun sayangnya, hampir semua twit tersebut tidak disertai rujukan apa pun. Meskipun memang ada pembatasan jumlah karakter sebagai salah satu alasannya, tetapi sepertinya para admin akun twitter seperti itu sama sekali tidak berniat membuktikan rumor-rumor yang sudah mereka twit selama ini (karena itu saya menyebutnya “rumor”). Jadi, wajar saja kalau teman-teman merasa bingung ketika melihat twit-twit tersebut: “apakah benar twit ini?”

Nah, untuk teman-teman yang merasa bingung, saya akan menjelaskan tentang rumor-rumor tersebut! Berikut ini beberapa contoh twit mengenai Jepang di twitter. Menerut teman-teman, apakah benar twit-twit di bawah ini?

Rumor-rumor mengenai Jepang di Twitter
[1] (198 RT / 17 Fav)
Tidak ada huruf "L" dlm pelafalan Bahasa Jepang, Bahasa Jepang mengganti pelafalan menjadi "R" utk kata-2 serapan yg mengandung huruf "L". -->Benar?

[2] (204 RT / 10 Fav)
Untuk menghentikan fenomena bunuh diri di Jepang, maka setiap keluarga yang anggotanya mati bunuh diri, dikenakan denda sebesar 100 juta Yen.-->Benar?

[3] (216 RT / 7 Fav)
Di Jepang kuno, ada kontes publik diadakan untuk mendengar siapa yang bisa kentut paling keras dan paling lama, itulah juaranya. -->Benar?

[4] (256 RT / 13 Fav)
Di Jepang ada hari khusus tempe, di mana pada satu hari tersebut seluruh masyarakat wajib memakan tempe.

[5] (184 RT / 7 Fav)
Di Jepang ada kompetisi makan tinja, silahkan google sendiri, admin tidak berani lampirkan foto

Hmm... benar nggak, ya?

(Bersambung)

Selasa, 25 September 2012

Seven Things all Indonesian just Gotta Say…!?


Kemarin, saya menemukan sebuah artikel yang menarik melalui twit dari seorang teman. Artikel berjudul "Seven Things all Japanese just Gotta Say” itu membahas tentang pengalaman yang pernah dialami sendiri oleh seorang “orang asing” ketika dia berada di Jepang.

Menurutnya, ketika seorang “orang asing (yang memiliki penampilan tidak seperti orang Jepang)” bertemu dengan orang Jepang, ia akan mendengar percakapan yang sama, bahkan urutannya juga benar-benar sama dari orang yang ia temui. Maka, penulis artikel tersebut pun membuat sebuah “Checklist” berdasarkan pengalaman pribadinya. “Pokoknya, Anda dijamin akan mendengar 7 kalimat berikut seperti mesin jam, biasanya dalam bahasa Jepang, kecuali untuk no.1”, katanya.

Minggu, 12 Agustus 2012

Kenangan Panjat Pinang di Yogyakarta


“Eh Taka, mau ikut Panjat Pinang nggak?” seorang tutor tiba-tiba bertanya kepada saya. “Wah, apa sih Panjat Pinang tuh?”. “Panjat Pinang tuh… lomba yang asyik banget deh pokoknya hehehe” jawab dia sambil tertawa. “Ayo Taka, ikut aja yuk!”. “I.. iya.. oke!”

6 tahun yang lalu, saya yang saat itu sudah lulus dalam sebuah program pembelajaran di Indonesia sedang mengikuti orientasi di Yogyakarta (kalau tidak salah, tempatnya PPPG Matematika). Karena orientasi tersebut dimulai sejak awal bulan Agustus, pada tanggal 17 bulan tersebut, saya dan para peserta lainnya berkunjung ke sebuah desa di dekat tempat orientasi untuk merayakan HUT RI.

Banyak perlombaan hari Kemerdekaan yang dilakukan di sana dan kami pun cukup menikmati suasana tersebut. Ketika mendekati akhir perayaan, beberapa peserta dari program tersebut tiba-tiba diajak untuk berpartisipasi dalam Panjat Pinang. Memang kami semua sama sekali tidak tahu apa itu Panjat Pinang, tetapi mungkin karena penasaran, kami langsung menjawab “Iya!”.


Ketika kami pindah ke tempat perlombaan, di tengah sawah yang penuh lumpur ada sebatang pohon pinang yang setinggi 10 meter dan dilumuri oli. Dengan disaksikan penonton yang memenuhi lapangan desa, kami menghadapi perlombaan yang baru pertama kami alami sejak lahir.

Senin, 06 Agustus 2012

Sekali Lagi tentang Terjemahan “Selamat Berpuasa” ke dalam Bahasa Jepang

Bagaimana menerjemahkan ucapan “selamat berpuasa” ke dalam bahasa Jepang? Pada artikel sebelumnya, saya sedikit menyinggung tentang hal ini dan sebagai salah satu jawabannya saya memperkenalkan sebuah terjemahan, yaitu “Danjiki Omedetou” (“Danjiki” = puasa, “Omedetou” = selamat)”. Terjemahan harfiah ini, meskipun terasa agak aneh bagi orang Jepang, tetapi saat itu saya rasa cukup dapat digunakan diantara teman-teman Indonesia yang bisa berbahasa Jepang.

Namun, kemarin saya menerima sebuah komentar yang menarik terkait dengan soal ini. Menurutnya, terjemahan “Danjiki Omedetou” itu sepertinya tidak sesuai dengan maksud ucapan “selamat berpuasa”. Mengapa? Berikut kutipan dari komentar tersebut:

Rabu, 25 Juli 2012

“Danjiki” – Istilah Puasa bagi Orang Jepang


Sudah 4 hari berlalu sejak mulai puasa di Indonesia. Walau saya sendiri bukan orang muslim, tetapi karena ada teman-teman yang beragama Islam, setiap tahun saya cukup memperhatikan datangnya bulan Ramadhan. Saat memasuki bulan suci ini, masyarakat biasanya saling mengucapkan ucapan selamat khusus untuk bulan puasa seperti “selamat berpuasa”.

Mungkin karena itulah, selama beberapa hari ini ada beberapa teman Indonesia yang bertanya kepada saya: “‘selamat berpuasa’ itu bahasa Jepangnya apa?”. Sejujurnya, pertanyaan tersebut agak sulit untuk dijawab. Memang kalimat “selamat berpuasa” sendiri terdiri dari kata-kata yang sangat sederhana, maka secara harfiah mudah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang: “Danjiki Omedetou (“Danjiki”=puasa, “Omedetou”=selamat)”. Namun, bagi kebanyakan orang Jepang terjemahan harfiah ini mungkin terasa agak aneh, meskipun tidak ada masalah apa pun dari segi tata bahasa.

Selasa, 14 Februari 2012

Hari Valentine ala Jepang


Hari ini hari Valentine. Hari yang juga disebut sebagai hari Kasih Sayang ini, di Indonesia yang kebanyakan masyarakatnya beragama Islam, dianggap tidak terlalu penting*. Namun di Jepang, hari Valentine sering menarik perhatian masyarakat dari anak sampai dewasa.

*Mengenai hal ini, salah satu teman saya berkomentar bahwa, "di Indonesia pun sepertinya giri choko dan honmei sudah mulai populer... dan beberapa toko di sini juga sudah banyak yang menggunakan tema hari kasih sayang di bulan February ini...". Hmmm... sebenarnya bagaimana ya hari Valentine di Indonesia?

Selasa, 03 Januari 2012

Cara Melamar Gadis Ala Jepang!? - "Aku Ingin Makan Sup Miso yang Kau Buat Setiap Pagi"


Menurut teman-teman, apa maksud kalimat bahasa Jepang ini, "君の作った味噌汁を毎朝飲みたい (Kimi no tsukutta misoshiru o maiasa nomitai)" ?

Pada artikel sebelumnya saya sedikit menyinggung tentang masakan Sup Miso dan menulis begini: "…di Wikipedia Indonesia sudah dimuat artikel yang lumayan panjang mengenai sup miso. Sejauh yang saya baca, penjelasannya sudah cukup teliti dan tepat, sehingga saya merasa tidak perlu menambahkan penjelasan lagi di blog ini". Oleh karena itu, sebaiknya teman-teman membaca artikelnya dulu jika tertarik dengan sup miso. Saya berpikir begitu saat itu.

Pengikut