Kategori

Tampilkan postingan dengan label Iwan Fals. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iwan Fals. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Juli 2012

Ujian Pengetahuan mengenai Iwan Fals


Dipersembahkan untuk semua penggemar Bang Iwan Fals. Hanya satu orang saja yang kita idolakan di dunia ini. Seorang “legenda hidup” di Indonesia, yaitu Bang Iwan Fals! Untuk kawan-kawan yang mencintai sang idola kita, saya mencoba untuk membuat Ujian Pengetahuan mengenai Iwan Fals (UPIF).

UPIF yang terdiri dari 10 pertanyaan ini adalah satu-satunya ujian yang menilai pengetahuan mengenai Iwan Fals di seluruh dunia. Tidak ada persyaratan khusus untuk mengikuti ujian ini, cukup Anda adalah pecinta Iwan Fals. Biaya ujiannya GRATIS. Kemudian, bagi peserta yang lulus dengan nilai sempurna akan diberikan gelar “Mata Dewa” oleh penyelenggara. Baiklah kawan, selamat menikmati UPIF!

Minggu, 24 Juni 2012

Kenangan di Makam Bung Karno


Saat memasuki bulan Juni, ada seorang tokoh yang terbayang di benak saya: Ir. Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia. Proklamator kemerdekaan yang akrab disapa dengan “Bung Karno” ini lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta pada 21 Juni 1970. Pada bulan Juni ini, kabarnya, sejumlah kegiatan dilakukan di Indonesia dalam rangka memperingati 111 tahun hari lahir Bung Karno.

Bagi saya yang orang jepang, awalnya Bung Karno bukanlah tokoh yang membuat saya merasa “sesuatu”. Namun, selama setahun saya berada dan belajar di Indonesia, pikiran saya yang seperti itu ternyata benar-benar berubah. Salah satu alasannya adalah sebuah pengalaman pribadi ketika berkunjung ke makam Bung Karno.

Minggu, 08 April 2012

Iwan Fals dan Soal PLTN (2) – Makna dan Maksud Lagu Proyek 13

Proyek 13 adalah salah satu lagu milik Iwan Fals dari album Cikal yang dikeluarkan pada tahun 1991. Menurut keterangan dari Iwan Fals, judul Proyek 13 mengandung arti “proyek bawa sial” karena angka 13 (tiga belas) terkadang dianggap “unlucky” di Indonesia. Seperti yang ditunjukkan oleh frasa “bawa sial” tersebut, Iwan Fals menggambarkan kekhawatiran yang kuat terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dalam lagu Proyek 13.


Meskipun kurang paham tentang radiasi
Meskipun kurang paham tentang uranium
Meskipun kurang paham tentang plutonium
Ku tahu radioaktif panjang usia

Aku tak tahu sampahnya ada dimana
Aku tak tahu pula cara menyimpannya
Aku tak yakin tentang pengamanannya
Karena kebocoran pun ada disana

Sama sekali ku tak anti teknologi
Tapi aku lebih percaya pada hati
Aku tahu listrik penting buat industri
Tapi industri jangan ancam masa depan

Informasi tentang ini harus diberikan
Bahaya dunia maju harus disingkirkan
Rasa gengsi tak perlu diteruskan
Pembangunan PLTN harap hentikan

Aku lebih suka tenaga matahari
Aku lebih suka tenaga panas bumi
Aku lebih suka dengan tenaga angin
Aku lebih suka tenaga arus laut

(Proyek 13)

Proyek 13 bukanlah lagu yang mengkritik PLTN dari sudut pandang keahlian. Seperti yang dinyanyikan: “meskipun kurang paham tentang radiasi”, atau “aku tak tahu sampahnya ada di mana”, Iwan Fals sendiri mengakui bahwa ia kurang paham sebenarnya apa itu PLTN. Namun, dengan menggunakan lirik lagu yang mengingatkan tragedi Chernobyl pada tahun 1986, dia memperingatkan keselamatan PLTN yang sangat berisiko.

“Yang saya tahu hanyalah efek radiasi nuklir akan terus tersisa untuk waktu yang lama. PLTN sendiri mungkin hal yang baik bagi kehidupan manusia, tapi risikonya terlalu besar,” tutur Iwan dalam sebuah wawancara.

Dalam lagu Proyek 13, bukan berarti Iwan Fals menolak teknologi, bahkan dia mengakui pula bahwa listrik adalah kebutuhan industri. Namun, dengan mengisyaratkan adanya energi alternatif seperti tenaga matahari, tenaga panas bumi, tenaga arus laut, dan tenaga angin, dia mengimbau untuk menghindari risiko yang begitu besar terhadap keselamatan PLTN. Kekhawatirannya yang diceritakan dalam Proyek 13 ditujukan hanya ke satu hal, yaitu keselamatan PLTN.

Iwan Fals yang menentang keras PLTN yang dapat membahayakan manusia. Sudut pandangnya tak berubah sama sekali sejak lagu Proyek 13 dirilis pada tahun 1991. Dan, salah satu inspirasi Proyek 13 ini adalah rencana pembangunan PLTN di kabupaten Jepara-Jawa Tengah.


Bersambung ke Iwan Fals dan Soal PLTN (3) – Jepara dan Fukushima: “Kalau sampai PLTN berdiri, aku akan berhenti main musik”

Kamis, 29 Maret 2012

Iwan Fals dan Soal PLTN (1) - Konser Pertama di Tokyo

(http://www.batan.go.id/pdin/index.php?article=30)
“Saya kurang paham tentang PLTN. Yang saya tahu hanya efek radiasi nuklir akan terus tersisa untuk waktu yang lama. PLTN sendiri mungkin hal yang baik bagi kehidupan manusia, tetapi risikonya terlalu besar. Daripada melakukan proyek yang seperti itu dengan risiko yang begitu besar, lebih baik berhenti saja” (Iwan Fals, 1995 di Jepang) [*]

[*] Komentar Iwan Fals ini diterjemahkan dari sebuah artikel di majalah musik Jepang.

Konser Pertama di Tokyo – Pesan dari Iwan Fals

Pada 8 April 1995, Iwan Fals melakukan konser tunggal di sebuah klub musik di Tokyo, ibu kota Jepang. Bagi Iwan, yang pada tahun 1994, mengikuti sebuah acara musik internasional di Yamagata sebagai tamu kejutan, konser ini adalah pertunjukannya yang kedua di Jepang, sekaligus konser resmi pertama di Tokyo.

Dalam konser tersebut, Iwan Fals membawakan 6 lagu yang kebanyakan dirilis pada tahun 1980-an, dengan gitar akustik dan harmonika. Menurut berita saat itu, sambutan penontonnya “terbilang lumayan”. Selain orang Indonesia, para penggemar dari Jepang juga datang untuk menyaksikan Iwan Fals. Berikut daftar lagu yang dibawakan oleh Iwan Fals pada konser tersebut:

1. Hijau, 2. Tak Biru Lagi Lautku, 3. Berandal Malam Dibangku Terminal, 4. Proyek 13, 5. Ada Lagi Yang Mati, 6. Lonteku.

Jika melihat daftar lagu di atas, tampak bahwa lagu-lagu yang dipilih tidak begitu dikenal secara luas, tetapi memiliki pesan-pesan yang kuat, terkait dengan isu-isu lingkungan, pembangunan, realitas kehidupan manusia, dll. Kabarnya, di atas panggung, Iwan Fals jarang buka mulut kecuali saat bernyanyi. Mungkin dia mencoba untuk menyampaikan isi hatinya kepada penonton di Jepang melalui lagu-lagu tersebut.

"Orang Jepang juga manusia, yang bisa mendengar musik lewat hati. Saya pikir, lagu-lagu saya cocok didengar tidak hanya lewat telinga, melainkan juga dengan hati”, kata Iwan.

Lagu yang cocok didengar dengan hati. Dalam konser pertama di Tokyo, lagu yang dipilih sebagai salah satu pesan dari Iwan Fals adalah “Proyek 13”.

Bersambung ke “Makna dan Maksud Lagu Proyek 13”

Senin, 12 Maret 2012

Harapan Tak Boleh Mati - Setahun Setelah Gempa dan Tsunami di Jepang



Doa sedih, lagu sedih, puisi sedih
Menghiasi televisi, koran, dan hari-hari kami
Warnanya biru lebam, kehitam-hitaman 
Baunya busuk merogoh sukma siapa saja

Sepenggal lirik lagu milik Iwan Fals di atas mungkin belum banyak yang mengenalnya. Lagu berjudul “Harapan Tak Boleh Mati” ini dibuat, ketika bencana tsunami meluluhlantakkan Aceh, 26 Desember 2004 silam. Iwan Fals yang saat itu turut merasakan kepedihan akibat bencana alam di Aceh, menceritakannya dalam petikan lirik lagu sebagai berikut:

Pengikut