Bagaimana menerjemahkan ucapan “selamat berpuasa” ke dalam bahasa Jepang? Pada artikel sebelumnya, saya sedikit menyinggung tentang hal ini dan sebagai salah satu jawabannya saya memperkenalkan sebuah terjemahan, yaitu “Danjiki Omedetou” (“Danjiki” = puasa, “Omedetou” = selamat)”. Terjemahan harfiah ini, meskipun terasa agak aneh bagi orang Jepang, tetapi saat itu saya rasa cukup dapat digunakan diantara teman-teman Indonesia yang bisa berbahasa Jepang.
Namun, kemarin saya menerima sebuah komentar yang menarik terkait dengan soal ini. Menurutnya, terjemahan “Danjiki Omedetou” itu sepertinya tidak sesuai dengan maksud ucapan “selamat berpuasa”. Mengapa? Berikut kutipan dari komentar tersebut:
Kategori
- Indonesia (6)
- Indonesia - Jepang (12)
- Iwan Fals (5)
- Jepang (20)
- Resep Saya (4)
- Terjemahan Lagu Jepang (5)
Tampilkan postingan dengan label Terjemahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terjemahan. Tampilkan semua postingan
Senin, 06 Agustus 2012
Rabu, 25 Juli 2012
“Danjiki” – Istilah Puasa bagi Orang Jepang
Sudah 4 hari berlalu sejak mulai puasa di Indonesia. Walau saya sendiri bukan orang muslim, tetapi karena ada teman-teman yang beragama Islam, setiap tahun saya cukup memperhatikan datangnya bulan Ramadhan. Saat memasuki bulan suci ini, masyarakat biasanya saling mengucapkan ucapan selamat khusus untuk bulan puasa seperti “selamat berpuasa”.
Mungkin karena itulah, selama beberapa hari ini ada beberapa teman Indonesia yang bertanya kepada saya: “‘selamat berpuasa’ itu bahasa Jepangnya apa?”. Sejujurnya, pertanyaan tersebut agak sulit untuk dijawab. Memang kalimat “selamat berpuasa” sendiri terdiri dari kata-kata yang sangat sederhana, maka secara harfiah mudah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang: “Danjiki Omedetou (“Danjiki”=puasa, “Omedetou”=selamat)”. Namun, bagi kebanyakan orang Jepang terjemahan harfiah ini mungkin terasa agak aneh, meskipun tidak ada masalah apa pun dari segi tata bahasa.
Sabtu, 02 Juni 2012
Ujian Pengetahuan mengenai Indonesia di Jepang
Masih ingatkah teman-teman dengan Ujian Kemampuan Berbahasa Indonesia (UKBI) di Jepang? UKBI yang pernah diperkenalkan di artikel blog ini adalah satu-satunya ujian yang menilai kemampuan berbahasa Indonesia di Jepang, yang diselenggarakan setahun dua kali sejak tahun 1992. Jumlah peserta setiap tahunnya terus meningkat. Sampai saat ini, sudah lebih dari 17.000 orang yang mengikuti ujian tersebut. Sepertinya UKBI mulai dikenal sebagai salah satu “pintu masuk” untuk mengenal Indonesia.
Namun, ujian semacam ini bukanlah hanya UKBI saja. Akhir-akhir ini pun, sebuah ujian yang menarik diselenggarakan di Jepang. Ujian Pengetahuan mengenai Indonesia (UPI)*, itulah nama ujian tersebut.
Rabu, 16 Mei 2012
Terjemahan Lagu Jepang (4): Rimi Natsukawa – Nada Sousou (Derai Air Mata)
Mengapa lagu “Nada Sousou (Derai Air Mata)” begitu dicintai oleh masyarakat Jepang? Lirik, melodi, suara penyanyi, ataupun Okinawa? Memang alasannya tidak jelas, tetapi selama lebih dari 10 tahun sejak dirilis, Nada Sousou selalu menyentuh hati kami, orang Jepang.
Nada Sousou, awalnya, diciptakan oleh Ryoko Moriyama (lirik) dan Begin (grup band akustik asal Okinawa, musik). Ryoko Moriyama pernah memasukkan lagu tersebut ke dalam albumnya pada tahun 1998, dan Begin pun meliris lagu yang sama sebagai lagu single pada tahun 2000. Namun sayangnya, versi mereka tidak mendapat perhatian besar. Nada Sousou mulai dikenal setelah Rimi Natsukawa, seorang penyanyi yang berasal dari Okinawa, mendaur ulang lagu tersebut pada tahun 2001.
Nada Sousou yang dibawankan oleh Rimi Natsukawa itu ternyata menjadi hit selama 3 tahun lamanya. Sampai pada saat ini, penjualan lagu tersebut sudah mencapai 1,2 juta kopi, dan kurang lebih 30 musisi Jepang dan musisi dari berbagai negara lain mendaur ulang Nada Sousou ini. Pada tahun 2006 pun, dirilis sebuah film berjudul “Nada Sousou” yang terinspirasi dari lagu tersebut. Bagi Rimi Natsukawa yang saat itu sama sekali tidak dikenal sebagai penyanyi, pertemuan dengan lagu Nada Sousou itu merupakan titik balik yang paling besar sepanjang karirnya.
“Adanya saya sekarang ini, berkat Nada Sousou. Bagi saya lagu ini sangat istimewa, sampai saya merasa jika tidak bertemu dengan lagu ini mungkin saya yang sekarang ini tidak ada,” tutur Natsukawa.
Karena Nada Sousou yang menjadi hit besar, saat ini Rimi Natsukawa dianggap sebagai penyanyi yang cukup populer di Jepang. Dia pernah mengatakan tentang dirinya sendiri dalam sebuah wawancara:
"Saya sendiri sangat suka menyanyi, jadi kalaupun ada yang hanya mendengarkan saya menyanyi saja saya sudah cukup senang, namun saya menjadi sangat senang ketika konser ada yang mengatakan " terima kasih, saya menjadi bersemangat (karena mendengar lagu anda)". Saya harap lagu saya dapat menjadi obat hati, penghibur hati , dan sumber semangat bagi sebanyak mungkin orang."
Seperti yang ditulis di awal artikel, memang tak jelas alasannya mengapa Nada Sousou selama ini begitu dicintai oleh masyarakat Jepang. Namun, bukankah perasaan Rimi Natsukawa yang murni dan tulus sebagai penyanyi, seperti yang ditunjukkan pada wawancara di atas, yang menjadi salah satu alasannya?
Berikut ini adalah lagu "Nada Sousou" dan terjemahan lirik lagunya:
Minggu, 05 Februari 2012
Terjemahan Lagu Jepang (3): L'Arc~en~Ciel – Honey
Akhirnya L'Arc~en~Ciel akan datang ke Indonesia. Grup band cadas asal Jepang ini dipastikan akan mengadakan konser di Indonesia pada 2 Mei 2012 mendatang. Mereka yang akrab disapa dengan "Raruku*" di Jepang, merencanakan tur konser bertajuk "L'Arc~en~Ciel 20th Anniversary World Tour" di 10 kota di Asia, Eropa dan AS. Indonesia dipilih sebagai salah satu tempat tur konser tersebut untuk daerah Asia selain China, Thailand, Taiwan, Singapura dan Korea Selatan.
*Di Jepang, nama L'Arc~en~Ciel biasanya disingkat sebagai "Raruku", bukan "Laruku" karena tidak ada pelafalan "L" dalam bahasa Jepang.
L'Arc~en~Ciel yang beranggotakan Hyde (vokalis), Ken (gitaris), Tetsuya (bassis) dan Yukihiro (drummer) ini dibentuk pada 1991. Telah 20 tahun lamanya, mereka berkiprah di dunia musik sebagai salah satu band rock terpopuler di Jepang. Bahkan akhir-akhir ini, aktivitas musik mereka tidak hanya dilakukan di Jepang, tetapi juga meluas ke seluruh dunia. Di Indonesia pun, setahu saya, nama band L'Arc~en~Ciel yang berarti "pelangi" dalam bahasa Perancis itu sudah cukup terkenal di antara para pecinta musik Jepang.
*Untuk informasi lebih lengkap, silakan baca artikel ini: http://www.pikiran-rakyat.com/node/174542
Dalam artikel kali ini, saya akan memperkenalkan lagu "Honey" yang dirilis pada tahun 1998 sebagai lagu single* ke-10 mereka, dan mencoba menerjemahkan liriknya ke dalam bahasa Indonesia.
*Lagu Single berarti lagu yang dipromosikan melalui media, dan kata ini digunakan terhadap berbagai format seperti Piringan Hitam, CD atau file digital yang bisa diunduh dari internet. Di Jepang, lagu Single biasanya dianggap lebih penting karena beberapa lagu Single dirilis terlebih dahulu, dan setelah itu, album berisi lagu-lagu single tersebut baru dibuat.
Lagu Honey adalah lagu terlaris sepanjang karir mereka. Sampai pada saat ini, lagu ini telah terjual lebih dari 1.2 juta kopi. Di Jepang, lagu ini cukup terkenal tidak hanya bagi para penggemarnya, tetapi juga bagi kalangan yang tidak begitu mengenal L'Arc~en~Ciel. Jika ditanya mengenai salah satu lagu apa yang mewakili mereka, kemungkinan banyak orang Jepang akan memilih lagu Honey ini .
Selanjutnya, mari kita dengar lagu Honey. Mungkin ada yang merasa bingung saat membaca lirik lagu tersebut, tetapi tak perlu khawatir kawan, karena saya sendiri kurang mengerti makna lirik lagu yang ingin disampaikan oleh penciptanya (hahaha…:P). Namun bagaimanapun juga, aksi panggung mereka memang sangat luar biasa. Kita nikmati dulu yuk!
Konser L'Arc~en~Ciel pada tahun 2004
(Mudah-mudahan lagu Honey ini akan dinyanyikan pada konser di Indonesia:)
L'Arc~en~Ciel - HONEY
ずっと眺めていた (Zutto nagamete ita)
遠く幼い頃から (Tooku osanai koro kara)
今も色褪せたその景色は (Ima mo iroaseta sono keshiki wa)
真白な壁に飾ってある (Masshiro na kabe ni kazatte aru)
Telah lama aku memandangnya
Dari sejak saat aku kecil
Pemandangan yang telah pudar itu
Masih menghiasi dinding putih
Reff:
かわいた風をからませ (Kawaita kaze o karamase)
あなたを連れてくのさ (Anata o tsureteku no sa)
honey so sweet 限りない夢を (Kagirinai yume o)
この両手につかんで (Kono ryoute ni tsukande)
Dengan diselimuti angin yang kering
Aku akan membawakanmu
Honey so sweet, mimpi yang tak terbatas
Ku pegang dengan dua tangan ini
転がってゆく道で (Korogatteiku michi de)
少しイカレタだけさ (Sukoshi ikareta dake sa)
深い痛みはとれないけど (Fukai kanashimi wa torenai kedo)
そんな哀しい目をしないで (Sonna kanashii me o shinaide)
Di jalan yang panjang berliku
Aku hanya sedikit menjadi “miring”
Meskipun luka yang dalam itu takkan hilang
Namun jangan lihat ku dengan mata yang begitu sedih
かわいた風をからませ (Kawaita kaze o karamase)
あなたを連れてくのさ (Anata o tsureteku no sa)
honey so sweet 信じてほしい (shinjite hoshii)
この世界が嘘でも (Kono sekai ga uso demo)
Dengan diselimuti angin yang kering
Aku akan membawakanmu
Honey so sweet, percayalah padaku
Meskipun dunia ini adalah kebohongan
I want to fly,waitin for sunrise...
いつでも いつでも (Itsudemo itsudemo)
甘い 甘い 笑顔にとけていたい (Amai amai egao ni tokete itai)
Selalu, selalu,
Aku ingin senyuman manismu meluluhkan hatiku
運命が僕をつかんで (Unmei ga boku o tsukande)
あたりはかすんでくけど (Atari wa kasundeku kedo)
ふさがないで 聴こえるだろう (Fusaganai de kikoeru darou)
あの場所が呼んでる (Ano basho ga yonderu)
Tangan nasib memegang ku
Semakin tak jelas arahnya
Namun jangan tutup telingamu, mungkin kamu bisa mendengarkannya
“Tempat itu” memanggil
Kembali ke Reff:
I want to fly,waitin'for sunrise...
I want to fly,waitin'for sunrise...
Sumber foto: http://rajakarcis.com.
Selasa, 03 Januari 2012
Cara Melamar Gadis Ala Jepang!? - "Aku Ingin Makan Sup Miso yang Kau Buat Setiap Pagi"
Menurut teman-teman, apa maksud kalimat bahasa Jepang ini, "君の作った味噌汁を毎朝飲みたい (Kimi no tsukutta misoshiru o maiasa nomitai)" ?
Pada artikel sebelumnya saya sedikit menyinggung tentang masakan Sup Miso dan menulis begini: "…di Wikipedia Indonesia sudah dimuat artikel yang lumayan panjang mengenai sup miso. Sejauh yang saya baca, penjelasannya sudah cukup teliti dan tepat, sehingga saya merasa tidak perlu menambahkan penjelasan lagi di blog ini". Oleh karena itu, sebaiknya teman-teman membaca artikelnya dulu jika tertarik dengan sup miso. Saya berpikir begitu saat itu.
Kamis, 22 Desember 2011
Selamat Hari Ibu! Terjemahan Lagu Jepang (2): Kiroro - Mirai E
Hari ini adalah Hari Ibu. Seperti lagu "Ibu (Iwan Fals)" atau "Bunda (Melly Goeslow)", sudah banyak lagu bertema bunda yang dirilis di Indonesia. Lirik lagu-lagu tersebut sangat cocok dengan suasana Hari Ibu ini. Tetapi, bukan hanya lagu di Indonesia saja, di Jepang pun banyak lagu tentang bunda dan kasih sayangnya. Salah satu dari lagu-lagu tersebut adalah "Mirai E (Menuju Masa Depan)" yang dinyanyikan oleh Kiroro.
Kiroro adalah grup musik Jepang dari Okinawa* yang beranggotakan Chiharu Tamashiro (vokalis) dan Ayano Kinjou (piano). Mereka melakukan debut besar pada Januari 1998 dengan lagu "Nagai Aida (Telah Lama)" yang pada saat itu sempat menjadi hit besar (sampai terjual lebih dari 1 juta kopi). Lagu "Mirai E" adalah lagu single kedua mereka yang dirilis pada Juni 1998.
*Okinawa adalah prefektur paling selatan di Jepang, yang terletak di dekat pulau Taiwan.
Saya sendiri, saat masih duduk di bangku SMP, suka mendengarkan lagu-lagu Kiroro. Di antaranya, "Mirai E" adalah salah satu lagu kesukaan saya. Berikut ini adalah lagu "Mirai E" dan terjemahan lirik lagu nya. Sepertinya tidak perlu saya jelaskan lagi isi lirik lagunya. Silakan dengar dulu, teman-teman!
Sabtu, 19 November 2011
Terjemahan Lagu Jepang (1): Aya Matsuura - Watarase Bashi (Jembatan Watarase)
Kemarin saya menerima sebuah pesan pribadi yang sangat menarik dari seorang teman dari Indonesia. Menurutnya, dia sangat suka lagu Jepang Watarase Bashi (Jembatan Watarase) yang dinyanyikan oleh Aya Matsuura* sampai merasa terharu setiap mendengar lagu tersebut, tetapi sayangnya masih ada beberapa bagian yang sulit untuk dimengerti dalam liriknya. Kalau tidak keberatan, bisakah menjelaskan isi lagu tersebut. Kira-kira begitulah bunyi pesannya.
*Sebenarnya lagu Watarase Bashi bukanlah lagu asli dari Aya Matsuura. Lagu aslinya dinyanyikan oleh Chisato Moritaka (idola dan penyanyi populer pada tahun 90-an) pada tahun 1993, setelah itu Aya Matsuura mendaur ulang lagu tersebut pada tahun 2004
Saya merasa sangat senang saat membaca pesan itu, karena kebetulan lagu Watarase Bashi adalah lagu kesukaan saya juga. Baiklah kawan, berikut ini saya akan menjelaskan isi lagunya dan mencoba untuk menerjemahkan liriknya ke dalam bahasa Indonesia.
Isi lagunya adalah mengenai seorang wanita yang tetap merindukan mantan pacarnya walaupun mereka telah berpisah. Mereka berpisah bukan karena saling membenci tetapi karena perbedaan pendapat mengenai tempat tinggal mereka berdua.
Wanita itu ingin tinggal bersama dengan pacarnya di kota tempat kelahirannya. Pacarnya juga ingin tinggal bersama, tetapi dia berharap wanita itu mau pindah dari kota kelahirannya dan ikut dengannya. Saat itu di antara mereka berdua kemungkinan ada masalah keluarga, kerja atau uang, dll (alasannya tidak tertulis dalam liriknya). Mereka sungguh bersedih tentang hal ini, namun akhirnya mereka terpaksa memilih jalan mereka masing-masing.
Dalam lirik lagu ini, jembatan Watarase itu digunakan sebagai simbol kenang-kenangan mereka berdua.
Jembatan itu benar-benar ada di sebuah kota di prefektur Tochigi, Jepang. Chisato Moritaka, penyanyi dan pencipta lagu Watarase Bashi, mendapat inspirasi lirik lagunya dari Jembatan itu ketika berkunjung di kota tersebut. Menurut Wikipedia, saat ini jembatan itu menjadi salah satu tempat pariwisata yang terkenal karena lagu Watarase Bashi menjadi hit.
Selanjutnya, mari kita mendengar lagu Watarase Bashi yang dinyanyikan oleh Aya Matsuura.
Langganan:
Postingan (Atom)






