Tampilkan postingan dengan label Rumor ttg Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumor ttg Jepang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Januari 2013

Rumor Jepang di Twitter (3) – Kontes Kentut Diadakan di Jepang Kuno…!?

Menurut teman-teman, apakah benar twit di bawah ini?


"Di Jepang kuno, ada kontes publik diadakan untuk mendengar siapa yang bisa kentut paling keras dan paling lama, itulah juaranya."
 Terus terang, saya merasa bingung saat ditanya mengenai twit di atas. Karena twit semacam itu biasanya tidak disertai rujukan apa pun, maka kita tidak bisa, setidaknya agak sulit untuk memastikan validitasnya. Namun saat mencari-cari sumbernya, saya menemukan beberapa informasi yang terkait dengan twit di atas. Dalam artikel kali ini, saya akan membahas tentang kontes kentut di Jepang berdasarkan informasi tersebut.

Rabu, 31 Oktober 2012

Rumor Jepang di Twitter (2) – Denda Bunuh Diri 12 Miliar Rupiah…!?


Jepang adalah negara bunuh diri. Tanggapan semacam ini sepertinya sudah dikenal dengan luas oleh masyarakat di Indonesia, sehingga rumor di bawah ini pun menjadi berkembang di Twitter:

Utk menghentikan fenomena bunuh diri di Jepang maka setiap keluarga yg anggotanya mati bunuh diri, dikenakan denda sbesar 100 juta Yen*. (204 RT / 10 Fav)
*1 yen = sekitar 120 rupiah. 100 juta yen = sekitar 12 miliar rupiah.

Namun, denda 100 juta yen itu berarti sekitar 12 miliar rupiah. Apakah benar rumor “denda bunuh diri 12 miliar rupiah” ini?

Kamis, 04 Oktober 2012

Rumor Jepang di Twitter (1) - Pelafalan "L" dan "R" dalam Bahasa Jepang



Apakah benar rumor tentang Jepang di bawah ini?


[Rumor 1] (198 RT / 17 Fav)
Tidak ada huruf "L" dlm pelafalan Bahasa Jepang, Bahasa Jepang mengganti pelafalan menjadi "R" utk kata-2 serapan yg mengandung huruf "L".
Ya, karena tidak ada pelafalan “L” (dan juga tidak ada pelafalan “e” seperti “sempit”) dalam bahasa Jepang, maka jika ada kata serapan yang memiliki pelafalan “L”, kami biasanya menggunakan “R” sebagai gantinya. Pelafalan “R” dalam bahasa Jepang tidak diucapkan dengan jelas seperti dalam bahasa Indonesia. Untuk contoh pelafalan tersebut, silakan lihat video animasi Jepang di bawah ini:

Senin, 01 Oktober 2012

Apakah Benar Rumor-rumor mengenai Jepang di Twitter?



“Taka, twit ini benar?” Sejak bergabung di twitter, sudah lumayan banyak teman yang bertanya pada saya tentang rumor-rumor mengenai Jepang di twitter. Di antara twit-twit tersebut ada yang benar, ada yang tidak, dan ada juga yang membuat saya pusing (karena apa? Untuk alasannya, silakan baca artikel-artikel selanjutnya ya, teman-teman!). Bagaimanapun juga, ternyata banyak rumor mengenai Jepang berkembang di Twitter, dan twit-twit tersebut relatif sering di-Retweet.

Namun sayangnya, hampir semua twit tersebut tidak disertai rujukan apa pun. Meskipun memang ada pembatasan jumlah karakter sebagai salah satu alasannya, tetapi sepertinya para admin akun twitter seperti itu sama sekali tidak berniat membuktikan rumor-rumor yang sudah mereka twit selama ini (karena itu saya menyebutnya “rumor”). Jadi, wajar saja kalau teman-teman merasa bingung ketika melihat twit-twit tersebut: “apakah benar twit ini?”

Nah, untuk teman-teman yang merasa bingung, saya akan menjelaskan tentang rumor-rumor tersebut! Berikut ini beberapa contoh twit mengenai Jepang di twitter. Menerut teman-teman, apakah benar twit-twit di bawah ini?

Rumor-rumor mengenai Jepang di Twitter
[1] (198 RT / 17 Fav)
Tidak ada huruf "L" dlm pelafalan Bahasa Jepang, Bahasa Jepang mengganti pelafalan menjadi "R" utk kata-2 serapan yg mengandung huruf "L". -->Benar?

[2] (204 RT / 10 Fav)
Untuk menghentikan fenomena bunuh diri di Jepang, maka setiap keluarga yang anggotanya mati bunuh diri, dikenakan denda sebesar 100 juta Yen.-->Benar?

[3] (216 RT / 7 Fav)
Di Jepang kuno, ada kontes publik diadakan untuk mendengar siapa yang bisa kentut paling keras dan paling lama, itulah juaranya. -->Benar?

[4] (256 RT / 13 Fav)
Di Jepang ada hari khusus tempe, di mana pada satu hari tersebut seluruh masyarakat wajib memakan tempe.

[5] (184 RT / 7 Fav)
Di Jepang ada kompetisi makan tinja, silahkan google sendiri, admin tidak berani lampirkan foto

Hmm... benar nggak, ya?

(Bersambung)

Pengikut