Kategori

Tampilkan postingan dengan label Indonesia - Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia - Jepang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Februari 2013

“Kokoro No Tomo” di Metro TV – Acara TV Indonesia Pertama yang Memperkenalkan Jepang Apa Adanya



“Ka'Taka, bln februari di Indonesia akan ditayangkan serial program televisi ttg p'shbtan Indo-Jepang lho judulnya Kokoro No Tomo:)”.
Beberapa minggu yang lalu, saat menulis tentang kepopuleran lagu “Kokoro no Tomo” di Jepang, saya menerima mention di atas dari seorang teman di Twitter. Menurutnya, “tayangnya mulai 3 Februari, setiap hari Minggu di Metro TV”. Karena penasaran dengan frasa “p’shbtan Indo-Jepang” itu, saya langsung buka link trailer acara televisi tersebut yang dia beritahu:

Jumat, 11 Januari 2013

Indonesia adalah Negara Besar Film Kekerasan…!? – Dampak Film “The Raid” di Jepang


“Indonesia mulai menjadi negara besar film kekerasan”. Komentar ini dilontarkan dalam sebuah acara TV Jepang yang memperkenalkan film “The Raid” tahun lalu*. “Entah mengapa, dalam film Indonesia ada banyak adegan kekerasan dan seksi. Sepertinya Indonesia mulai menjadi negara besar film kekerasan, sama seperti dengan Thailand dan Korsel,” kata seorang kritikus film dalam acara tersebut.

Jumat, 14 Desember 2012

"Apa Itu Kokoro no Tomo?"– Orang Jepang Tak Kenal Lagu Kokoro no Tomo…!?




Siapa yang tak kenal lagu "Kokoro no Tomo" di Indonesia? Lagu yang dinyanyikan oleh Mayumi Itsuwa sejak tahun 1982 ini hingga sekarang tetap digemari oleh masyarakat Indonesia. Bahkan sebagian dari mereka ada yang menghafal lirik lagu tersebut meskipun sama sekali tidak belajar bahasa Jepang. Kokoro no Tomo dapat dikatakan salah satu lagu dalam bahasa Jepang yang terpopuler di Indonesia.

Orang Jepang yang Tidak Tahu Kokoro no Tomo...?

Sabtu, 06 Oktober 2012

Isap Beha Cup Cup…!? – Orang Jepang dan Pelafalan “L”

Beberapa bulan yang lalu, dua kalimat dalam bahasa Indonesia ternyata sempat menghebohkan pengguna twitter di Jepang. Mengapa “ternyata”? Karena, bagi orang Indonesia, kedua kalimat tersebut pasti sama sekali tidak terasa aneh dan dianggap biasa saja. “Keributan” tersebut sepertinya dipicu oleh sebuah twit dalam bahasa Jepang yang di bawah ini:


インドネシア語で「ブラジャー」とは「勉強する」という意味で「すぐに勉強する」は「belajar cepat・cepat(ブラジャーチュパチュパ)」「belajar gambar(ブラジャーガンバル)」で「絵を勉強する」という意味になります。(2,104 RT / 746 Fav)

Terjemahan: Dalam bahasa Indonesia “Burajaa” berarti “belajar”, dan “Burajaa Chupa Chupa” adalah “belajar cepat-cepat”, terus “Burajaa Gambaru” berarti “belajar gambar”
Sebenarnya, twit yang sudah di-Retweet lebih dari 2,000 kali ini terasa sangat lucu bagi orang Jepang (yang belum pernah belajar bahasa Indonesia). Namun, mungkin jarang ada orang Indonesia yang langsung dapat memahami maksudnya. Alasannya ada di pelafalan “L” dan “R” yang sangat jauh berbeda di antara orang Indonesia dan orang Jepang.

Selasa, 25 September 2012

Seven Things all Indonesian just Gotta Say…!?


Kemarin, saya menemukan sebuah artikel yang menarik melalui twit dari seorang teman. Artikel berjudul "Seven Things all Japanese just Gotta Say” itu membahas tentang pengalaman yang pernah dialami sendiri oleh seorang “orang asing” ketika dia berada di Jepang.

Menurutnya, ketika seorang “orang asing (yang memiliki penampilan tidak seperti orang Jepang)” bertemu dengan orang Jepang, ia akan mendengar percakapan yang sama, bahkan urutannya juga benar-benar sama dari orang yang ia temui. Maka, penulis artikel tersebut pun membuat sebuah “Checklist” berdasarkan pengalaman pribadinya. “Pokoknya, Anda dijamin akan mendengar 7 kalimat berikut seperti mesin jam, biasanya dalam bahasa Jepang, kecuali untuk no.1”, katanya.

Senin, 06 Agustus 2012

Sekali Lagi tentang Terjemahan “Selamat Berpuasa” ke dalam Bahasa Jepang

Bagaimana menerjemahkan ucapan “selamat berpuasa” ke dalam bahasa Jepang? Pada artikel sebelumnya, saya sedikit menyinggung tentang hal ini dan sebagai salah satu jawabannya saya memperkenalkan sebuah terjemahan, yaitu “Danjiki Omedetou” (“Danjiki” = puasa, “Omedetou” = selamat)”. Terjemahan harfiah ini, meskipun terasa agak aneh bagi orang Jepang, tetapi saat itu saya rasa cukup dapat digunakan diantara teman-teman Indonesia yang bisa berbahasa Jepang.

Namun, kemarin saya menerima sebuah komentar yang menarik terkait dengan soal ini. Menurutnya, terjemahan “Danjiki Omedetou” itu sepertinya tidak sesuai dengan maksud ucapan “selamat berpuasa”. Mengapa? Berikut kutipan dari komentar tersebut:

Rabu, 25 Juli 2012

“Danjiki” – Istilah Puasa bagi Orang Jepang


Sudah 4 hari berlalu sejak mulai puasa di Indonesia. Walau saya sendiri bukan orang muslim, tetapi karena ada teman-teman yang beragama Islam, setiap tahun saya cukup memperhatikan datangnya bulan Ramadhan. Saat memasuki bulan suci ini, masyarakat biasanya saling mengucapkan ucapan selamat khusus untuk bulan puasa seperti “selamat berpuasa”.

Mungkin karena itulah, selama beberapa hari ini ada beberapa teman Indonesia yang bertanya kepada saya: “‘selamat berpuasa’ itu bahasa Jepangnya apa?”. Sejujurnya, pertanyaan tersebut agak sulit untuk dijawab. Memang kalimat “selamat berpuasa” sendiri terdiri dari kata-kata yang sangat sederhana, maka secara harfiah mudah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang: “Danjiki Omedetou (“Danjiki”=puasa, “Omedetou”=selamat)”. Namun, bagi kebanyakan orang Jepang terjemahan harfiah ini mungkin terasa agak aneh, meskipun tidak ada masalah apa pun dari segi tata bahasa.

Jumat, 04 Mei 2012

Sekali Lagi tentang Penggunaan Istilah 'Ronin' di Indonesia


Apakah benar istilah ‘Ronin' mulai masuk ke Indonesia? Pada artikel sebelumnya, saya mencoba untuk memperkenalkan istilah bahasa Jepang tersebut, karena terinspirasi dari sebuah artikel dalam bahasa Jepang, yang berisi “(istilah 'Ronin') mulai digunakan oleh beberapa tempat bimbingan belajar di Indonesia, misalnya Nurul Fikri”. Karena artikel dalam bahasa Jepang itu ditulis pada bulan April lalu, saya kira ‘Ronin’ sudah lumayan banyak digunakan di Indonesia sebagai kata serapan dari bahasa Jepang. Namun ternyata, pengertian saya ini mungkin salah, setidaknya ada kesan agak berlebihan.

Kamis, 26 April 2012

Ronin - Istilah Jepang yang Masuk Indonesia...!?


Tsunami, sakura, karaoke dan lain-lain. Selama ini, beberapa istilah bahasa Jepang sudah masuk ke Indonesia, bahkan sebagian dari istilah-istilah tersebut tampak sudah mengakar kuat di masyarakat. Akhir-akhir ini pun, kabarnya, sebuah istilah baru ditambahkan ke dalam daftarnya. Menurut sebuah artikel dalam bahasa Jepang (*), istilah Ronin mulai digunakan di beberapa tempat bimbingan belajar di Indonesia, misalnya Nurul Fikri.

Senin, 12 Maret 2012

Harapan Tak Boleh Mati - Setahun Setelah Gempa dan Tsunami di Jepang



Doa sedih, lagu sedih, puisi sedih
Menghiasi televisi, koran, dan hari-hari kami
Warnanya biru lebam, kehitam-hitaman 
Baunya busuk merogoh sukma siapa saja

Sepenggal lirik lagu milik Iwan Fals di atas mungkin belum banyak yang mengenalnya. Lagu berjudul “Harapan Tak Boleh Mati” ini dibuat, ketika bencana tsunami meluluhlantakkan Aceh, 26 Desember 2004 silam. Iwan Fals yang saat itu turut merasakan kepedihan akibat bencana alam di Aceh, menceritakannya dalam petikan lirik lagu sebagai berikut:

Senin, 05 Desember 2011

Komikus Indonesia, Akhirnya Debut di Jepang!


Awal November lalu, seorang wanita dari Indonesia melakukan debut di Jepang sebagai pengarang komik. Dia adalah Vivian, seorang mantan dokter berusia 33 tahun.

Baru kemarin saya mengetahui berita ini di sebuah artikel Internet dalam bahasa Jepang. Sejauh yang saya tahu, ini pertama kalinya orang Indonesia mempublikasikan komik dalam bahasa Jepang.

Minggu, 16 Oktober 2011

JKT48 dan AKB48 - Grup Idola Wanita Indonesia dan Jepang


Teman-teman, apakah pernah mendengar nama JKT48? Sebenarnya saya sendiri baru kemarin mengenal nama itu dari sebuah artikel di surat kabar Jepang.

Menurut artikel dari Yomiuri Shimbun (surat kabar nasional terbesar di Jepang) versi web pada 11 September lalu, JKT48 adalah nama grup idola asli Indonesia dan sekaligus 'saudara kembar' AKB48 (grup idola Jepang) yang pertama di luar negeri. Nama “JKT” itu diambil dari kata "Jakarta", tempat asal grup itu.

Audisi akan diadakan di Jakarta pada bulan ini, kata perusahaan manajemen grup itu. Persyaratan audisi adalah sebagai berikut: perempuan berusia 13 – 18 tahun yang merupakan WNI dan batas waktu pendaftaran audisi itu sampai tanggal 16 bulan ini. Hasil audisi akan diumumkan pada awal bulan Oktober dan mereka yang lulus audisinya akan mengadakan debut di akhir tahun ini.

Sumber: http://www.yomiuri.co.jp/entertainment/news/20110911-OYT1T00414.html

Sejauh yang saya tahu, audisi mengenai Jepang seperti ini baru pertama kali diadakan di Indonesia. Terus terang, saya sendiri kurang tahu (dan agak khawatir) apakah proyek semacam ini akan disambut baik di Indonesia atau tidak karena ada perbedaan agama dan kebiasaan dengan Jepang. Tetapi bagaimanapun juga, saya merasa senang jika akan bertambah peminat Jepang di Indonesia lewat JKT48 ini :D

Situs Resmi JKT48: http://www.jkt48.com/


NGOMONG-NGOMONG…

Pengikut