Tampilkan postingan dengan label Kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenangan. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Desember 2012

Terjemahan Lagu Jepang (5): Men’s 5 – He~ Kokimashita Ne (Anda Kentut, Bukan?)



Di dunia ini tidak ada kegirangan yang lebih besar daripada kegirangan seorang manusia yang berhasil kentut tanpa diketahui siapa pun. Namun pada kenyataannya, tantangan tersebut jarang membuahkan hasil…

*****

Saat terjadi “teror” kentut, bagaimana kita bereaksi terhadap tindakan tersebut? Mungkin ada yang bingung, ada yang sabar, bahkan ada juga yang langsung mencari pelakunya (selain itu, kemungkinan ada juga yang menikmati aromanya). Memang reaksinya tergantung pada masing-masing orang, tetapi diantaranya ternyata ada yang menyatakannya melalui sebuah lagu, suara hatinya sendiri yang penuh dengan berbagai perasaan terhadap kentut. Mereka adalah Men’s 5, sebuah grup vokal asal Jepang.

Men’s 5, seperti yang ditunjukkan pada nama grup tersebut, adalah grup vokal yang dibentuk oleh 5 orang laki-laki pada tahun 1989. Bagi mereka yang selama beberapa tahun sejak debut sama sekali tidak dikenal, lagu “He~ kokimashita ne (Anda kentut, bukan?)” yang diliris pada tahun 1994 merupakan titik balik yang paling besar. Lagu yang menggambarkan secara humoris suara hati seorang korban kentut ini secara perlahan meraih popularitas melalui radio, hingga akhirnya menjadi lagu hit pertama bagi mereka. Jumlah penjualan CD tersebut telah mencapai 150 ribu kopi.

Selasa, 25 September 2012

Seven Things all Indonesian just Gotta Say…!?


Kemarin, saya menemukan sebuah artikel yang menarik melalui twit dari seorang teman. Artikel berjudul "Seven Things all Japanese just Gotta Say” itu membahas tentang pengalaman yang pernah dialami sendiri oleh seorang “orang asing” ketika dia berada di Jepang.

Menurutnya, ketika seorang “orang asing (yang memiliki penampilan tidak seperti orang Jepang)” bertemu dengan orang Jepang, ia akan mendengar percakapan yang sama, bahkan urutannya juga benar-benar sama dari orang yang ia temui. Maka, penulis artikel tersebut pun membuat sebuah “Checklist” berdasarkan pengalaman pribadinya. “Pokoknya, Anda dijamin akan mendengar 7 kalimat berikut seperti mesin jam, biasanya dalam bahasa Jepang, kecuali untuk no.1”, katanya.

Minggu, 12 Agustus 2012

Kenangan Panjat Pinang di Yogyakarta


“Eh Taka, mau ikut Panjat Pinang nggak?” seorang tutor tiba-tiba bertanya kepada saya. “Wah, apa sih Panjat Pinang tuh?”. “Panjat Pinang tuh… lomba yang asyik banget deh pokoknya hehehe” jawab dia sambil tertawa. “Ayo Taka, ikut aja yuk!”. “I.. iya.. oke!”

6 tahun yang lalu, saya yang saat itu sudah lulus dalam sebuah program pembelajaran di Indonesia sedang mengikuti orientasi di Yogyakarta (kalau tidak salah, tempatnya PPPG Matematika). Karena orientasi tersebut dimulai sejak awal bulan Agustus, pada tanggal 17 bulan tersebut, saya dan para peserta lainnya berkunjung ke sebuah desa di dekat tempat orientasi untuk merayakan HUT RI.

Banyak perlombaan hari Kemerdekaan yang dilakukan di sana dan kami pun cukup menikmati suasana tersebut. Ketika mendekati akhir perayaan, beberapa peserta dari program tersebut tiba-tiba diajak untuk berpartisipasi dalam Panjat Pinang. Memang kami semua sama sekali tidak tahu apa itu Panjat Pinang, tetapi mungkin karena penasaran, kami langsung menjawab “Iya!”.


Ketika kami pindah ke tempat perlombaan, di tengah sawah yang penuh lumpur ada sebatang pohon pinang yang setinggi 10 meter dan dilumuri oli. Dengan disaksikan penonton yang memenuhi lapangan desa, kami menghadapi perlombaan yang baru pertama kami alami sejak lahir.

Minggu, 24 Juni 2012

Kenangan di Makam Bung Karno


Saat memasuki bulan Juni, ada seorang tokoh yang terbayang di benak saya: Ir. Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia. Proklamator kemerdekaan yang akrab disapa dengan “Bung Karno” ini lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta pada 21 Juni 1970. Pada bulan Juni ini, kabarnya, sejumlah kegiatan dilakukan di Indonesia dalam rangka memperingati 111 tahun hari lahir Bung Karno.

Bagi saya yang orang jepang, awalnya Bung Karno bukanlah tokoh yang membuat saya merasa “sesuatu”. Namun, selama setahun saya berada dan belajar di Indonesia, pikiran saya yang seperti itu ternyata benar-benar berubah. Salah satu alasannya adalah sebuah pengalaman pribadi ketika berkunjung ke makam Bung Karno.

Pengikut