インドネシア語で「ブラジャー」とは「勉強する」という意味で「すぐに勉強する」は「belajar cepat・cepat(ブラジャーチュパチュパ)」「belajar gambar(ブラジャーガンバル)」で「絵を勉強する」という意味になります。(2,104 RT / 746 Fav)Sebenarnya, twit yang sudah di-Retweet lebih dari 2,000 kali ini terasa sangat lucu bagi orang Jepang (yang belum pernah belajar bahasa Indonesia). Namun, mungkin jarang ada orang Indonesia yang langsung dapat memahami maksudnya. Alasannya ada di pelafalan “L” dan “R” yang sangat jauh berbeda di antara orang Indonesia dan orang Jepang.
Terjemahan: Dalam bahasa Indonesia “Burajaa” berarti “belajar”, dan “Burajaa Chupa Chupa” adalah “belajar cepat-cepat”, terus “Burajaa Gambaru” berarti “belajar gambar”
Kategori
- Indonesia (6)
- Indonesia - Jepang (12)
- Iwan Fals (5)
- Jepang (20)
- Resep Saya (4)
- Terjemahan Lagu Jepang (5)
Tampilkan postingan dengan label Bahasa-Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa-Jepang. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 06 Oktober 2012
Isap Beha Cup Cup…!? – Orang Jepang dan Pelafalan “L”
Beberapa bulan yang lalu, dua kalimat dalam bahasa Indonesia ternyata sempat menghebohkan pengguna twitter di Jepang. Mengapa “ternyata”? Karena, bagi orang Indonesia, kedua kalimat tersebut pasti sama sekali tidak terasa aneh dan dianggap biasa saja. “Keributan” tersebut sepertinya dipicu oleh sebuah twit dalam bahasa Jepang yang di bawah ini:
Kamis, 04 Oktober 2012
Rumor Jepang di Twitter (1) - Pelafalan "L" dan "R" dalam Bahasa Jepang
Tidak ada huruf "L" dlm pelafalan Bahasa Jepang, Bahasa Jepang mengganti pelafalan menjadi "R" utk kata-2 serapan yg mengandung huruf "L".Ya, karena tidak ada pelafalan “L” (dan juga tidak ada pelafalan “e” seperti “sempit”) dalam bahasa Jepang, maka jika ada kata serapan yang memiliki pelafalan “L”, kami biasanya menggunakan “R” sebagai gantinya. Pelafalan “R” dalam bahasa Jepang tidak diucapkan dengan jelas seperti dalam bahasa Indonesia. Untuk contoh pelafalan tersebut, silakan lihat video animasi Jepang di bawah ini:
Senin, 06 Agustus 2012
Sekali Lagi tentang Terjemahan “Selamat Berpuasa” ke dalam Bahasa Jepang
Bagaimana menerjemahkan ucapan “selamat berpuasa” ke dalam bahasa Jepang? Pada artikel sebelumnya, saya sedikit menyinggung tentang hal ini dan sebagai salah satu jawabannya saya memperkenalkan sebuah terjemahan, yaitu “Danjiki Omedetou” (“Danjiki” = puasa, “Omedetou” = selamat)”. Terjemahan harfiah ini, meskipun terasa agak aneh bagi orang Jepang, tetapi saat itu saya rasa cukup dapat digunakan diantara teman-teman Indonesia yang bisa berbahasa Jepang.
Namun, kemarin saya menerima sebuah komentar yang menarik terkait dengan soal ini. Menurutnya, terjemahan “Danjiki Omedetou” itu sepertinya tidak sesuai dengan maksud ucapan “selamat berpuasa”. Mengapa? Berikut kutipan dari komentar tersebut:
Namun, kemarin saya menerima sebuah komentar yang menarik terkait dengan soal ini. Menurutnya, terjemahan “Danjiki Omedetou” itu sepertinya tidak sesuai dengan maksud ucapan “selamat berpuasa”. Mengapa? Berikut kutipan dari komentar tersebut:
Rabu, 25 Juli 2012
“Danjiki” – Istilah Puasa bagi Orang Jepang
Sudah 4 hari berlalu sejak mulai puasa di Indonesia. Walau saya sendiri bukan orang muslim, tetapi karena ada teman-teman yang beragama Islam, setiap tahun saya cukup memperhatikan datangnya bulan Ramadhan. Saat memasuki bulan suci ini, masyarakat biasanya saling mengucapkan ucapan selamat khusus untuk bulan puasa seperti “selamat berpuasa”.
Mungkin karena itulah, selama beberapa hari ini ada beberapa teman Indonesia yang bertanya kepada saya: “‘selamat berpuasa’ itu bahasa Jepangnya apa?”. Sejujurnya, pertanyaan tersebut agak sulit untuk dijawab. Memang kalimat “selamat berpuasa” sendiri terdiri dari kata-kata yang sangat sederhana, maka secara harfiah mudah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang: “Danjiki Omedetou (“Danjiki”=puasa, “Omedetou”=selamat)”. Namun, bagi kebanyakan orang Jepang terjemahan harfiah ini mungkin terasa agak aneh, meskipun tidak ada masalah apa pun dari segi tata bahasa.
Jumat, 04 Mei 2012
Sekali Lagi tentang Penggunaan Istilah 'Ronin' di Indonesia
Apakah benar istilah ‘Ronin' mulai masuk ke Indonesia? Pada artikel sebelumnya, saya mencoba untuk memperkenalkan istilah bahasa Jepang tersebut, karena terinspirasi dari sebuah artikel dalam bahasa Jepang, yang berisi “(istilah 'Ronin') mulai digunakan oleh beberapa tempat bimbingan belajar di Indonesia, misalnya Nurul Fikri”. Karena artikel dalam bahasa Jepang itu ditulis pada bulan April lalu, saya kira ‘Ronin’ sudah lumayan banyak digunakan di Indonesia sebagai kata serapan dari bahasa Jepang. Namun ternyata, pengertian saya ini mungkin salah, setidaknya ada kesan agak berlebihan.
Kamis, 26 April 2012
Ronin - Istilah Jepang yang Masuk Indonesia...!?
Tsunami, sakura, karaoke dan lain-lain. Selama ini, beberapa istilah bahasa Jepang sudah masuk ke Indonesia, bahkan sebagian dari istilah-istilah tersebut tampak sudah mengakar kuat di masyarakat. Akhir-akhir ini pun, kabarnya, sebuah istilah baru ditambahkan ke dalam daftarnya. Menurut sebuah artikel dalam bahasa Jepang (*), istilah Ronin mulai digunakan di beberapa tempat bimbingan belajar di Indonesia, misalnya Nurul Fikri.
Selasa, 14 Februari 2012
Hari Valentine ala Jepang
*Mengenai hal ini, salah satu teman saya berkomentar bahwa, "di Indonesia pun sepertinya giri choko dan honmei sudah mulai populer... dan beberapa toko di sini juga sudah banyak yang menggunakan tema hari kasih sayang di bulan February ini...". Hmmm... sebenarnya bagaimana ya hari Valentine di Indonesia?
Selasa, 03 Januari 2012
Cara Melamar Gadis Ala Jepang!? - "Aku Ingin Makan Sup Miso yang Kau Buat Setiap Pagi"
Menurut teman-teman, apa maksud kalimat bahasa Jepang ini, "君の作った味噌汁を毎朝飲みたい (Kimi no tsukutta misoshiru o maiasa nomitai)" ?
Pada artikel sebelumnya saya sedikit menyinggung tentang masakan Sup Miso dan menulis begini: "…di Wikipedia Indonesia sudah dimuat artikel yang lumayan panjang mengenai sup miso. Sejauh yang saya baca, penjelasannya sudah cukup teliti dan tepat, sehingga saya merasa tidak perlu menambahkan penjelasan lagi di blog ini". Oleh karena itu, sebaiknya teman-teman membaca artikelnya dulu jika tertarik dengan sup miso. Saya berpikir begitu saat itu.
Langganan:
Postingan (Atom)






