Kategori
- Indonesia (6)
- Indonesia - Jepang (12)
- Iwan Fals (5)
- Jepang (20)
- Resep Saya (4)
- Terjemahan Lagu Jepang (5)
Kamis, 26 April 2012
Ronin - Istilah Jepang yang Masuk Indonesia...!?
Tsunami, sakura, karaoke dan lain-lain. Selama ini, beberapa istilah bahasa Jepang sudah masuk ke Indonesia, bahkan sebagian dari istilah-istilah tersebut tampak sudah mengakar kuat di masyarakat. Akhir-akhir ini pun, kabarnya, sebuah istilah baru ditambahkan ke dalam daftarnya. Menurut sebuah artikel dalam bahasa Jepang (*), istilah Ronin mulai digunakan di beberapa tempat bimbingan belajar di Indonesia, misalnya Nurul Fikri.
Minggu, 08 April 2012
Iwan Fals dan Soal PLTN (2) – Makna dan Maksud Lagu Proyek 13
Proyek 13 adalah salah satu lagu milik Iwan Fals dari album Cikal yang dikeluarkan pada tahun 1991. Menurut keterangan dari Iwan Fals, judul Proyek 13 mengandung arti “proyek bawa sial” karena angka 13 (tiga belas) terkadang dianggap “unlucky” di Indonesia. Seperti yang ditunjukkan oleh frasa “bawa sial” tersebut, Iwan Fals menggambarkan kekhawatiran yang kuat terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dalam lagu Proyek 13.
Proyek 13 bukanlah lagu yang mengkritik PLTN dari sudut pandang keahlian. Seperti yang dinyanyikan: “meskipun kurang paham tentang radiasi”, atau “aku tak tahu sampahnya ada di mana”, Iwan Fals sendiri mengakui bahwa ia kurang paham sebenarnya apa itu PLTN. Namun, dengan menggunakan lirik lagu yang mengingatkan tragedi Chernobyl pada tahun 1986, dia memperingatkan keselamatan PLTN yang sangat berisiko.
“Yang saya tahu hanyalah efek radiasi nuklir akan terus tersisa untuk waktu yang lama. PLTN sendiri mungkin hal yang baik bagi kehidupan manusia, tapi risikonya terlalu besar,” tutur Iwan dalam sebuah wawancara.
Dalam lagu Proyek 13, bukan berarti Iwan Fals menolak teknologi, bahkan dia mengakui pula bahwa listrik adalah kebutuhan industri. Namun, dengan mengisyaratkan adanya energi alternatif seperti tenaga matahari, tenaga panas bumi, tenaga arus laut, dan tenaga angin, dia mengimbau untuk menghindari risiko yang begitu besar terhadap keselamatan PLTN. Kekhawatirannya yang diceritakan dalam Proyek 13 ditujukan hanya ke satu hal, yaitu keselamatan PLTN.
Iwan Fals yang menentang keras PLTN yang dapat membahayakan manusia. Sudut pandangnya tak berubah sama sekali sejak lagu Proyek 13 dirilis pada tahun 1991. Dan, salah satu inspirasi Proyek 13 ini adalah rencana pembangunan PLTN di kabupaten Jepara-Jawa Tengah.
Bersambung ke Iwan Fals dan Soal PLTN (3) – Jepara dan Fukushima: “Kalau sampai PLTN berdiri, aku akan berhenti main musik”
Meskipun kurang paham tentang radiasi
Meskipun kurang paham tentang uranium
Meskipun kurang paham tentang plutonium
Ku tahu radioaktif panjang usia
Aku tak tahu sampahnya ada dimana
Aku tak tahu pula cara menyimpannya
Aku tak yakin tentang pengamanannya
Karena kebocoran pun ada disana
Sama sekali ku tak anti teknologi
Tapi aku lebih percaya pada hati
Aku tahu listrik penting buat industri
Tapi industri jangan ancam masa depan
Informasi tentang ini harus diberikan
Bahaya dunia maju harus disingkirkan
Rasa gengsi tak perlu diteruskan
Pembangunan PLTN harap hentikan
Aku lebih suka tenaga matahari
Aku lebih suka tenaga panas bumi
Aku lebih suka dengan tenaga angin
Aku lebih suka tenaga arus laut
(Proyek 13)
Proyek 13 bukanlah lagu yang mengkritik PLTN dari sudut pandang keahlian. Seperti yang dinyanyikan: “meskipun kurang paham tentang radiasi”, atau “aku tak tahu sampahnya ada di mana”, Iwan Fals sendiri mengakui bahwa ia kurang paham sebenarnya apa itu PLTN. Namun, dengan menggunakan lirik lagu yang mengingatkan tragedi Chernobyl pada tahun 1986, dia memperingatkan keselamatan PLTN yang sangat berisiko.
“Yang saya tahu hanyalah efek radiasi nuklir akan terus tersisa untuk waktu yang lama. PLTN sendiri mungkin hal yang baik bagi kehidupan manusia, tapi risikonya terlalu besar,” tutur Iwan dalam sebuah wawancara.
Dalam lagu Proyek 13, bukan berarti Iwan Fals menolak teknologi, bahkan dia mengakui pula bahwa listrik adalah kebutuhan industri. Namun, dengan mengisyaratkan adanya energi alternatif seperti tenaga matahari, tenaga panas bumi, tenaga arus laut, dan tenaga angin, dia mengimbau untuk menghindari risiko yang begitu besar terhadap keselamatan PLTN. Kekhawatirannya yang diceritakan dalam Proyek 13 ditujukan hanya ke satu hal, yaitu keselamatan PLTN.
Iwan Fals yang menentang keras PLTN yang dapat membahayakan manusia. Sudut pandangnya tak berubah sama sekali sejak lagu Proyek 13 dirilis pada tahun 1991. Dan, salah satu inspirasi Proyek 13 ini adalah rencana pembangunan PLTN di kabupaten Jepara-Jawa Tengah.
Bersambung ke Iwan Fals dan Soal PLTN (3) – Jepara dan Fukushima: “Kalau sampai PLTN berdiri, aku akan berhenti main musik”
Kamis, 29 Maret 2012
Iwan Fals dan Soal PLTN (1) - Konser Pertama di Tokyo
![]() |
| (http://www.batan.go.id/pdin/index.php?article=30) |
[*] Komentar Iwan Fals ini diterjemahkan dari sebuah artikel di majalah musik Jepang.
Konser Pertama di Tokyo – Pesan dari Iwan Fals
Pada 8 April 1995, Iwan Fals melakukan konser tunggal di sebuah klub musik di Tokyo, ibu kota Jepang. Bagi Iwan, yang pada tahun 1994, mengikuti sebuah acara musik internasional di Yamagata sebagai tamu kejutan, konser ini adalah pertunjukannya yang kedua di Jepang, sekaligus konser resmi pertama di Tokyo.
Dalam konser tersebut, Iwan Fals membawakan 6 lagu yang kebanyakan dirilis pada tahun 1980-an, dengan gitar akustik dan harmonika. Menurut berita saat itu, sambutan penontonnya “terbilang lumayan”. Selain orang Indonesia, para penggemar dari Jepang juga datang untuk menyaksikan Iwan Fals. Berikut daftar lagu yang dibawakan oleh Iwan Fals pada konser tersebut:
1. Hijau, 2. Tak Biru Lagi Lautku, 3. Berandal Malam Dibangku Terminal, 4. Proyek 13, 5. Ada Lagi Yang Mati, 6. Lonteku.
Jika melihat daftar lagu di atas, tampak bahwa lagu-lagu yang dipilih tidak begitu dikenal secara luas, tetapi memiliki pesan-pesan yang kuat, terkait dengan isu-isu lingkungan, pembangunan, realitas kehidupan manusia, dll. Kabarnya, di atas panggung, Iwan Fals jarang buka mulut kecuali saat bernyanyi. Mungkin dia mencoba untuk menyampaikan isi hatinya kepada penonton di Jepang melalui lagu-lagu tersebut.
"Orang Jepang juga manusia, yang bisa mendengar musik lewat hati. Saya pikir, lagu-lagu saya cocok didengar tidak hanya lewat telinga, melainkan juga dengan hati”, kata Iwan.
Lagu yang cocok didengar dengan hati. Dalam konser pertama di Tokyo, lagu yang dipilih sebagai salah satu pesan dari Iwan Fals adalah “Proyek 13”.
Bersambung ke “Makna dan Maksud Lagu Proyek 13”
Kamis, 22 Maret 2012
Lagu Mothra - Lagu Bahasa Indonesia Terpopuler di Jepang...!?
Apakah ada lagu berbahasa Indonesia yang terkenal di Jepang? Jawabannya tentu saja, Ya! Di Jepang pun, ada lagu hit yang dinyanyikan dalam bahasa Indonesia seperti lagu "Kokoro no Tomo" di Indonesia. “Mosura no Uta (Lagu Mothra)”, inilah judul lagunya.
Lagu Mothra dirilis pada tahun 1961 sebagai musik tema film “Mothra”, salah satu film fiksi sains yang merepresentasikan Jepang. Seperti yang ditunjukkan dalam foto dan video di atas, Mothra adalah monster fiktif, yang berbentuk ngengat* dan yang dianggap “dewa pelindung” bagi masyarakat di sebuah pulau kecil yang terletak di Lautan Teduh Selatan. Dalam film, Lagu Mothra digunakan sebagai ritual untuk memanggil Mothra.
*Kata Mothra sendiri, asal usulnya datang dari kedua kata bahasa Inggris “moth” dan “mother”, maka mempunyai arti “induk ngengat”.
Langganan:
Postingan (Atom)


