Rabu, 16 Mei 2012

Terjemahan Lagu Jepang (4): Rimi Natsukawa – Nada Sousou (Derai Air Mata)


Mengapa lagu “Nada Sousou (Derai Air Mata)” begitu dicintai oleh masyarakat Jepang? Lirik, melodi, suara penyanyi, ataupun Okinawa? Memang alasannya tidak jelas, tetapi selama lebih dari 10 tahun sejak dirilis, Nada Sousou selalu menyentuh hati kami, orang Jepang.

Nada Sousou, awalnya, diciptakan oleh Ryoko Moriyama (lirik) dan Begin (grup band akustik asal Okinawa, musik). Ryoko Moriyama pernah memasukkan lagu tersebut ke dalam albumnya pada tahun 1998, dan Begin pun meliris lagu yang sama sebagai lagu single pada tahun 2000. Namun sayangnya, versi mereka tidak mendapat perhatian besar. Nada Sousou mulai dikenal setelah Rimi Natsukawa, seorang penyanyi yang berasal dari Okinawa, mendaur ulang lagu tersebut pada tahun 2001.

Nada Sousou yang dibawankan oleh Rimi Natsukawa itu ternyata menjadi hit selama 3 tahun lamanya. Sampai pada saat ini, penjualan lagu tersebut sudah mencapai 1,2 juta kopi, dan kurang lebih 30 musisi Jepang dan musisi dari berbagai negara lain mendaur ulang Nada Sousou ini. Pada tahun 2006 pun, dirilis sebuah film berjudul “Nada Sousou” yang terinspirasi dari lagu tersebut. Bagi Rimi Natsukawa yang saat itu sama sekali tidak dikenal sebagai penyanyi, pertemuan dengan lagu Nada Sousou itu merupakan titik balik yang paling besar sepanjang karirnya.

“Adanya saya sekarang ini, berkat Nada Sousou. Bagi saya lagu ini sangat istimewa, sampai saya merasa jika tidak bertemu dengan lagu ini mungkin saya yang sekarang ini tidak ada,” tutur Natsukawa.

Karena Nada Sousou yang menjadi hit besar, saat ini Rimi Natsukawa dianggap sebagai penyanyi yang cukup populer di Jepang. Dia pernah mengatakan tentang dirinya sendiri dalam sebuah wawancara:

"Saya sendiri sangat suka menyanyi, jadi kalaupun ada yang hanya mendengarkan saya menyanyi saja saya sudah cukup senang, namun saya menjadi sangat senang ketika konser ada yang mengatakan " terima kasih, saya menjadi bersemangat (karena mendengar lagu anda)". Saya harap lagu saya dapat menjadi obat hati, penghibur hati , dan sumber semangat bagi sebanyak mungkin orang."

Seperti yang ditulis di awal artikel, memang tak jelas alasannya mengapa Nada Sousou selama ini begitu dicintai oleh masyarakat Jepang. Namun, bukankah perasaan Rimi Natsukawa yang murni dan tulus sebagai penyanyi, seperti yang ditunjukkan pada wawancara di atas, yang menjadi salah satu alasannya?

Berikut ini adalah lagu "Nada Sousou" dan terjemahan lirik lagunya:

Jumat, 04 Mei 2012

Sekali Lagi tentang Penggunaan Istilah 'Ronin' di Indonesia


Apakah benar istilah ‘Ronin' mulai masuk ke Indonesia? Pada artikel sebelumnya, saya mencoba untuk memperkenalkan istilah bahasa Jepang tersebut, karena terinspirasi dari sebuah artikel dalam bahasa Jepang, yang berisi “(istilah 'Ronin') mulai digunakan oleh beberapa tempat bimbingan belajar di Indonesia, misalnya Nurul Fikri”. Karena artikel dalam bahasa Jepang itu ditulis pada bulan April lalu, saya kira ‘Ronin’ sudah lumayan banyak digunakan di Indonesia sebagai kata serapan dari bahasa Jepang. Namun ternyata, pengertian saya ini mungkin salah, setidaknya ada kesan agak berlebihan.

Kamis, 26 April 2012

Ronin - Istilah Jepang yang Masuk Indonesia...!?


Tsunami, sakura, karaoke dan lain-lain. Selama ini, beberapa istilah bahasa Jepang sudah masuk ke Indonesia, bahkan sebagian dari istilah-istilah tersebut tampak sudah mengakar kuat di masyarakat. Akhir-akhir ini pun, kabarnya, sebuah istilah baru ditambahkan ke dalam daftarnya. Menurut sebuah artikel dalam bahasa Jepang (*), istilah Ronin mulai digunakan di beberapa tempat bimbingan belajar di Indonesia, misalnya Nurul Fikri.

Minggu, 08 April 2012

Iwan Fals dan Soal PLTN (2) – Makna dan Maksud Lagu Proyek 13

Proyek 13 adalah salah satu lagu milik Iwan Fals dari album Cikal yang dikeluarkan pada tahun 1991. Menurut keterangan dari Iwan Fals, judul Proyek 13 mengandung arti “proyek bawa sial” karena angka 13 (tiga belas) terkadang dianggap “unlucky” di Indonesia. Seperti yang ditunjukkan oleh frasa “bawa sial” tersebut, Iwan Fals menggambarkan kekhawatiran yang kuat terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dalam lagu Proyek 13.


Meskipun kurang paham tentang radiasi
Meskipun kurang paham tentang uranium
Meskipun kurang paham tentang plutonium
Ku tahu radioaktif panjang usia

Aku tak tahu sampahnya ada dimana
Aku tak tahu pula cara menyimpannya
Aku tak yakin tentang pengamanannya
Karena kebocoran pun ada disana

Sama sekali ku tak anti teknologi
Tapi aku lebih percaya pada hati
Aku tahu listrik penting buat industri
Tapi industri jangan ancam masa depan

Informasi tentang ini harus diberikan
Bahaya dunia maju harus disingkirkan
Rasa gengsi tak perlu diteruskan
Pembangunan PLTN harap hentikan

Aku lebih suka tenaga matahari
Aku lebih suka tenaga panas bumi
Aku lebih suka dengan tenaga angin
Aku lebih suka tenaga arus laut

(Proyek 13)

Proyek 13 bukanlah lagu yang mengkritik PLTN dari sudut pandang keahlian. Seperti yang dinyanyikan: “meskipun kurang paham tentang radiasi”, atau “aku tak tahu sampahnya ada di mana”, Iwan Fals sendiri mengakui bahwa ia kurang paham sebenarnya apa itu PLTN. Namun, dengan menggunakan lirik lagu yang mengingatkan tragedi Chernobyl pada tahun 1986, dia memperingatkan keselamatan PLTN yang sangat berisiko.

“Yang saya tahu hanyalah efek radiasi nuklir akan terus tersisa untuk waktu yang lama. PLTN sendiri mungkin hal yang baik bagi kehidupan manusia, tapi risikonya terlalu besar,” tutur Iwan dalam sebuah wawancara.

Dalam lagu Proyek 13, bukan berarti Iwan Fals menolak teknologi, bahkan dia mengakui pula bahwa listrik adalah kebutuhan industri. Namun, dengan mengisyaratkan adanya energi alternatif seperti tenaga matahari, tenaga panas bumi, tenaga arus laut, dan tenaga angin, dia mengimbau untuk menghindari risiko yang begitu besar terhadap keselamatan PLTN. Kekhawatirannya yang diceritakan dalam Proyek 13 ditujukan hanya ke satu hal, yaitu keselamatan PLTN.

Iwan Fals yang menentang keras PLTN yang dapat membahayakan manusia. Sudut pandangnya tak berubah sama sekali sejak lagu Proyek 13 dirilis pada tahun 1991. Dan, salah satu inspirasi Proyek 13 ini adalah rencana pembangunan PLTN di kabupaten Jepara-Jawa Tengah.


Bersambung ke Iwan Fals dan Soal PLTN (3) – Jepara dan Fukushima: “Kalau sampai PLTN berdiri, aku akan berhenti main musik”

Pengikut